Haji Abraham Lunggana, atau yang akrab dipanggil Haji Lulung atau Bang Lulung karena dia orang Betawi Asli, sudah lama menjadi MUSUH BESAR Kompas dan media-media sekuler anti-Islam. Itu karena Haji Lulung adalah pengurus teras Parpol Islam: PPP di Jakarta sejak lama. Sementara Kompas adalah media milik Jakob Oetama (Katolik), maka itu mereka gencar selalu berusaha "membunuh karakter" Haji Lulung dengan memberi stigma beliau "koruptor", preman Tanah Abang, maling dan sejenisnya.
Pemberian julukan "koruptor" oleh Kompas hanya karena alasan Haji Lulung punya mobil mewah Lamborghini. Aneh kan tuduhan mereka? Karena Haji Lulung yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD DKI ini sejak dulu adalah seorang pengusaha, dan memang tanah dan rumahnya banyak. Beliau punya mobil mewah kenapa jemaat gereja jadi pada iri? Lha dia beli pake duit dia sendiri bukan duitnya gereja kan? Kalo cuma karena seseorang itu punya mobil mewah maka langsung diberi stigma koruptor oleh Kompas, itu menunjukan kedengkian Media Katolik itu terhadap Islam. Karena dalam kasus yang sama, kenapa si Kristen Batak Ruhut Sitompul tidak dijuluki sebagai koruptor pula oleh Kompas? Kan Ruhut punya jauh lebih banyak mobil mewah daripada seorang Haji Lulung!
Upaya Pembunuhan karakter ini sudah dilakukan Kompas cs sejak jauh sebelum perseteruan Haji Lulung dengan Ahok bermula. Namun sejak terjadi perseteruan Haji Lulung dengan Ahok, makin membabi butalah serangan Kompas, Tribunnews, Tempo, Detik, Merdeka dan para antek-antek Ahok lainnya terhadap Haji Lulung. Haji Lulung adalah seorang pengusaha ternama di daerah Tanah Abang, namun Kompas selalu meneriaki dan memfitnah Haji Lulung dengan sebutan "preman" dsb. Ini aneh karena John Kei saja yang preman bajingan besar dan sering bunuh orang tak pernah diserang sampai sedemikian rupa oleh Kompas. Semata karena John Kei sesama penyembah Yesus Kristus sama seperti Kompas. Beda dengan Haji Lulung yang umat Islam, umatnya Rasulullah SAW dan menolak menyembah Yesus.
Berkaitan dengan konflik DPRD DKI vs Ahok akibat aksi kriminil Ahok memalsukan dokumen APBD DKI 2015 belakangan ini, makin intens Kompas dan akun-akun Kristen baik yang nyata-nyata menggunakan nama-nama Kristen ataupun akun-akun yang berpura-pura sebagai akun orang Islam (memakai nama Islami dan foto profil berjilbab) menyerang Haji Lulung dan para anggota DPRD DKI habis-habisan. Sementara Ahok yang bermulut sampah dan ditolak mayoritas warga Jakarta mereka sanjung habis-habisan, bahkan dengan menyebarkan hashtag "SaveAhok" dsb. Dan sedihnya banyak umat Islam yang berhasil termakan pemberitaan Kompas, Tribun, Detik, Tempo, MetroTV, SCTV dan media-media antek Ahok lainnya, sehingga percaya begitu saja bahwa Ahok adalah sosok bersih dan DPRD DKI adalah maling semua! Sehingga umat Islam ada yang ikut-ikutan mendzallimi sesama saudara muslimnya (Haji Lulung) yang terus difitnah oleh para penyembah Yesus dan para penyembah berhala lainya (Ahok, Kompas cs, dan ahokers).